| Cibinong Network http://forum.cibinong.net/ |
|
| Fatwa Merokok MUI http://forum.cibinong.net/viewtopic.php?f=47&t=236 |
Page 1 of 3 |
| Author: | coldfusion [ 04 Jan 2009, 21:18 ] |
| Post subject: | Fatwa Merokok MUI |
Akhir Januari, Penentuan Status Haram dan Makruh MUI Keluarkan Fatwa Rokok JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mulai merespons desakan pengharaman merokok. Rencananya, pada 20-30 Januari mendatang, Komisi Fatwa MUI mengeluarkan fatwa rokok pada kongres tingkat nasional yang digelar di Padang Panjang, Sumatera Barat. ’’Itu (usul fatwa haram rokok, red) sudah ada dalam salah satu agendanya. Beberapa materi juga sudah saya siapkan untuk dibawa ke forum nasional MUI tersebut,’’ terang Ketua Komisi Fatwa MUI Anwar Ibrahim di Jakarta, tadi malam. Anwar mengatakan, sepanjang 2008, MUI telah menggelar berbagai kegiatan untuk mengumpulkan masukan dan rekomendasi dari berbagai kalangan tentang rokok. ’’Setelah (masukan dan rekomendasi) diajukan, forum nanti tinggal merumuskan bagaimana tanggapan para delegasi (dalam kongres),’’ tegasnya. Sejumlah kalangan ulama di daerah mulai menggulirkan fatwa-fatwa mengharamkan rokok. Namun, fatwa dan anjuran itu masih bersifat parsial. Upaya pembatasan merokok selama ini lebih banyak dilaksanakan pemerintah daerah. Salah satunya di DKI Jakarta. Menurut Anwar, sepanjang belum ada kesepakatan konkret dari ulama di daerah, MUI pusat tidak akan terburu-buru menyimpulkan sikap. ’’Saya hanya berharap tidak ada MUI daerah yang mendahului dengan mengeluarkan fatwa haram rokok karena itu justru menandakan perpecahan umat Islam,’’ imbaunya. Meski demikian, Anwar secara pribadi mengakui, merokok diharamkan berdasarkan Alquran dan Assunah serta itibar (logika) yang benar. Itu yang memunculkan adanya pendapat bahwa merokok sebagai perbuatan yang mencampakkan diri sendiri ke dalam kebinasaan. ’’Itu seperti firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 195 yang artinya ’Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan’,’’ papar Anwar. Sedangkan dari Assunah, lanjut Anwar, ada hadis sahih dari Rasulullah SAW yang melarang menyia-nyiakan harta. Membeli rokok dapat dikategorikan sebagai pengalokasian harta terhadap sesuatu yang mengandung kemudharatan. ’’Jadi, menimbulkan bahaya ditiadakan dalam syariat, baik bahayanya terhadap badan, akal, ataupun harta. Tapi, selama ini pendapat yang lazim adalah bahwa rokok itu masih tergolong makruh,’’ jelasnya. Dari sejumlah riset, rokok disebut mengandung lebih dari empat ribu elemen kimia dan setidaknya 200 di antaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida. Di tempat terpisah, Juru Bicara Departemen Kesehatan (Depkes) Lily Sulistyowati mengemukakan, pemerintah serius mengimbau dan melakukan berbagai anjuran agar masyarakat menghentikan kebiasaan buruk merokok. ’’Itu upaya menekan angka perokok di Indonesia,” ujarnya di Jakarta kemarin. Lily mengemukakan, langkah tersebut dilakukan dengan bekerja sama bersama sejumlah pemerintah daerah. Di antaranya melakukan larangan-larangan merokok pada tempat-tempat publik. ”Fasilitas pendidikan, kesehatan maupun pusat perbelanjaan dilarang bagi perokok,” paparnya. Dia juga menyambut positif terkait rencana MUI mengeluarkan fatwa tentang rokok. http://www.radar-bogor.co.id/ So guys?, quit or not?? |
|
| Author: | idotkontji [ 05 Jan 2009, 02:47 ] |
| Post subject: | Re: Fatwa Merokok MUI |
Quote: Sejumlah kalangan ulama di daerah mulai menggulirkan fatwa-fatwa mengharamkan rokok. Quote: Lily mengemukakan, langkah tersebut dilakukan dengan bekerja sama bersama sejumlah pemerintah daerah. Di antaranya melakukan larangan-larangan merokok pada tempat-tempat publik. ”Fasilitas pendidikan, kesehatan maupun pusat perbelanjaan dilarang bagi perokok,” paparnya. Dia juga menyambut positif terkait rencana MUI mengeluarkan fatwa tentang rokok. Kalo nanti haram, berarti yang melakukannya kan mudhorot, karena berarti yang merokok adalah orang yang melakukan kegiatan yang DILARANG AGAMA. Nah, misalkan ngerampok, ngebunuh itu kan haram, perbuatan yang dilarang juga. Apa bedanya jadinya sekarang statusnya itu para perokok. Yang jadi basic masalah kan perbuatan HARAM-nya kan? Setuju nggak? Nah, kutipan di atas, kenapa cuman ada larangan merokok di tempat2 publik aja? Kenapa nggak dilarang juga di tempat2 lainnya? Di rumah misalnya sekalian. Kenapa juga nggak pabriknya sekalian digerebek (secara kalo nanti haram, si parik rokok itu statusnya udah berubah jadi pabrik yg memproduksi barang haram), nanti jatohnya nggak beda sama pabrik MIRAS. Sekalian aja Pak diancurin semua pabrik rokoknya. Nanti kan banyak tuh yang nganggur rakyat endonesa... Nah selain itu kalo pabriknya ditutup pasti deh bakalan ada pabrik2 ilegal yang bermunculan yg memproduksi rokok. DIJAMIN...!!! Nah, makin seru kan masalah di endonesa. Puguh2nya pabrik MIRAS diancurin semua yang puguh2 bikin manusia jadi tengleng, mabok, ngerusak akhlak dan lain sebagainya. Tapi kok MIRAS di endonesa tetep aja bertebaran iya kan? Apalagi sekarang 'cuman' rokok... Meski saya juga perokok saya setuju- setuju aja diharamkan dan rokok biar dibumi hanguskan dari endonesa. Biar ngirit duit... ::emosi:: |
|
| Author: | jang_kasep [ 05 Jan 2009, 12:28 ] |
| Post subject: | Re: Fatwa Merokok MUI |
idotkontji wrote: Nah, kutipan di atas, kenapa cuman ada larangan merokok di tempat2 publik aja? Kenapa nggak dilarang juga di tempat2 lainnya? Di rumah misalnya sekalian. Kenapa juga nggak pabriknya sekalian digerebek (secara kalo nanti haram, si parik rokok itu statusnya udah berubah jadi pabrik yg memproduksi barang haram), nanti jatohnya nggak beda sama pabrik MIRAS. Sekalian aja Pak diancurin semua pabrik rokoknya. Nanti kan banyak tuh yang nganggur rakyat endonesa... Nah selain itu kalo pabriknya ditutup pasti deh bakalan ada pabrik2 ilegal yang bermunculan yg memproduksi rokok. DIJAMIN...!!! Nah, makin seru kan masalah di endonesa. Puguh2nya pabrik MIRAS diancurin semua yang puguh2 bikin manusia jadi tengleng, mabok, ngerusak akhlak dan lain sebagainya. Tapi kok MIRAS di endonesa tetep aja bertebaran iya kan? Apalagi sekarang 'cuman' rokok... Meski saya juga perokok saya setuju- setuju aja diharamkan dan rokok biar dibumi hanguskan dari endonesa. Biar ngirit duit... ::emosi:: Sabar kang sabar...nyebut nyebut buuttt buuttt buuttt Saya juga agak bingung sama fatwa haram merokok MUI, saya dulu sempat merokok walaupun sekarang tidak lagi, tapi saya tidak serta merta setuju mengharamkan merokok (walaupun secara nurani sih setuju Ayah saya merokok, kk saya merokok, ade saya merokok, om saya, kakek saya, teman dan sahabat saya, tetangga saya juga merokok dan itu menjadikan saya perokok pasif paling aktif karena dimana-mana saya selalu bertemu, mengobrol, bersilaturahmi dengan para perokok. Dan kata para ahli kesehatan menjadi perokok pasif jauh lebih berbahaya ketimbang menjadi perokok aktif. Jadi memang seharusnya pemberantasan merokok bukan dengan mengharamkan rokok, tapi dengan penegakan hukum yang tegas dari pemerintah (lagi2 itulah masalah yang sulit dilakukan saat ini Usul saya sih naikin pajak cukai rokok ky di luar negeri aja, naikin pajaknya sampai 200%. Pada akhirnya nanti bila harga rokok terlalu tinggi orang akan mulai enggan untuk merokok, gunakan pajak progressive semakin tinggi kadar nikotinnya semakin tinggi besar cukai rokoknya. Jadi rokok yang kretek (yang memang lebih tinggi nikotinnya) harus lebih besar pajaknya dibanding yang mild. Lalu rokok import kenai pajak PPNBM (Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah) sehingga harganya 3 kali lipat dibanding harga di negara asalnya. Nah penjual kan ga akan mau jual rugi sehingga dia akan mengurangi produksinya, kemudian perokok juga ga akan mau membayar terlalu mahal sehingga dia akan minimal mengurangi konsumsi rokoknya apalagi bila di area2 umum dibuat aturan tegas untuk tidak boleh merokok pasti orang mikir2 dulu beberapa kali untuk merokok di area umum. Sehingga pada akhirnya nanti akan mengurangi jumlah penderita sakit dan efek negatif lain yang diakibatkan merokok. Jadi babe gw akan brenti ngerokok, abang gw juga, ade gw juga, sahabat2 gw, tetangga2 gw, temen2 gw akan lebih sehat paru-parunya. Dan Indonesia akan menjadi lebih sehat. Hapunteun nya nu ngarokok lamun nyerempet2 |
|
| Author: | idotkontji [ 06 Jan 2009, 01:05 ] |
| Post subject: | Re: Fatwa Merokok MUI |
jang_kasep wrote: Sabar kang sabar...nyebut nyebut buuttt buuttt buuttt Saya juga agak bingung sama fatwa haram merokok MUI, saya dulu sempat merokok walaupun sekarang tidak lagi, tapi saya tidak serta merta setuju mengharamkan merokok (walaupun secara nurani sih setuju Ayah saya merokok, kk saya merokok, ade saya merokok, om saya, kakek saya, teman dan sahabat saya, tetangga saya juga merokok dan itu menjadikan saya perokok pasif paling aktif karena dimana-mana saya selalu bertemu, mengobrol, bersilaturahmi dengan para perokok. Dan kata para ahli kesehatan menjadi perokok pasif jauh lebih berbahaya ketimbang menjadi perokok aktif. Jadi memang seharusnya pemberantasan merokok bukan dengan mengharamkan rokok, tapi dengan penegakan hukum yang tegas dari pemerintah (lagi2 itulah masalah yang sulit dilakukan saat ini Usul saya sih naikin pajak cukai rokok ky di luar negeri aja, naikin pajaknya sampai 200%. Pada akhirnya nanti bila harga rokok terlalu tinggi orang akan mulai enggan untuk merokok, gunakan pajak progressive semakin tinggi kadar nikotinnya semakin tinggi besar cukai rokoknya. Jadi rokok yang kretek (yang memang lebih tinggi nikotinnya) harus lebih besar pajaknya dibanding yang mild. Lalu rokok import kenai pajak PPNBM (Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah) sehingga harganya 3 kali lipat dibanding harga di negara asalnya. Nah penjual kan ga akan mau jual rugi sehingga dia akan mengurangi produksinya, kemudian perokok juga ga akan mau membayar terlalu mahal sehingga dia akan minimal mengurangi konsumsi rokoknya apalagi bila di area2 umum dibuat aturan tegas untuk tidak boleh merokok pasti orang mikir2 dulu beberapa kali untuk merokok di area umum. Sehingga pada akhirnya nanti akan mengurangi jumlah penderita sakit dan efek negatif lain yang diakibatkan merokok. Jadi babe gw akan brenti ngerokok, abang gw juga, ade gw juga, sahabat2 gw, tetangga2 gw, temen2 gw akan lebih sehat paru-parunya. Dan Indonesia akan menjadi lebih sehat. Hapunteun nya nu ngarokok lamun nyerempet2 Buut... buutt... buuudd lo di mana? Saya bukannya apa-apa... kadang2 cuman aneh aja sama orang2 yang ngurusin hal2 seperti ini. Gimana nggak terkesan setengah2 menuntaskan permasalahan ini. Kalo emang HARAM ya udah tutup pabriknay segera semua. Beres! Kalo cuman fatwa yang ditujukan buat perokoknya saya pikir percuma... percuma... percuma.... Apalagi cuman dilarang merokok di tempat2 umum. Fatwa itu kan seharusnya berlaku buat semua yang berhubungan sama SI ROKOK tersebut. Orang yang ngerokok, yang jual, yang bikin, yang mendistribusikannya, termasuk yang ngeteng2 itu rokok di jalanan. Kok selama ini yang jadi objek penderita malah para perokoknya sih...!!!!! Saya ngerasa tersungging dong... Kenapa nggak bikin fatwa HARAM buat yang memproduksi rokoknya.... Fatwa memproduksi MIRAS juga dong yang digembor2in. Buktinya yang produksi MIRAS kan masih banyak, bahkan di daerah kita aja masih ada tuh di jalan akses masuk ke Sentul lewat jalan Perumahan anggraini, gangnya setelah jagorawi sebelah kiri dari arah citeureup. Saya lupa nama daerahnya, pokoknya deket2 pabrik Tjimanituka yang bikin tinta itu deh. Saya mah beregetan aja sama orang2 yang ngerti Fatwa ini.... Saya mah ngedukung2 aja... Sumpah...!!!! |
|
| Author: | coldfusion [ 06 Jan 2009, 08:26 ] |
| Post subject: | Re: Fatwa Merokok MUI |
secara saya mah kurang setuju dengan adanya fatwa ini, jika memang kondisinya seperti ini lebih baik dikasih jatah aja , buat yang perokok, sehari cukup 5 batang aja, klo lebih baru wajib lapor,, lagian devisa negara yang masuk dari hasil penjualan rokok juga cukup signifikan(apalagi sahamnya)..nah sebenernya itu juga bisa dipikirkan lebih lanjut sebagai bahan pertimbangan pemerintah untuk menyetujui fatwa dari MUI ini..getoo.. |
|
| Author: | stankonia [ 06 Jan 2009, 10:00 ] |
| Post subject: | Re: Fatwa Merokok MUI |
coldfusion wrote: secara saya mah kurang setuju dengan adanya fatwa ini, jika memang kondisinya seperti ini lebih baik dikasih jatah aja , buat yang perokok, sehari cukup 5 batang aja, klo lebih baru wajib lapor,, wah klo mesti lapor2an seh, ga bakal bs jalan. masa org mesti melapor klo mo isep rokok ke 6??? trus klo mo nambah lg, ngelapor lg? repot bgt gw jg pribadi krg stuju... gw ga merokok, tp bokap nyokap gw merokok merokok itu hal yg sgt pribadi bt gw mgkn bs diubah fatwanya yg haram, merokok di tmp2 umum, di tmp2 yg BUKAN smoking area.... krn bs merugikan org lain ini pendapat gw lho... |
|
| Author: | idotkontji [ 06 Jan 2009, 18:54 ] |
| Post subject: | Re: Fatwa Merokok MUI |
Quote: lagian devisa negara yang masuk dari hasil penjualan rokok juga cukup signifikan(apalagi sahamnya)..nah sebenernya itu juga bisa dipikirkan lebih lanjut sebagai bahan pertimbangan pemerintah untuk menyetujui fatwa dari MUI ini..getoo.. Iya, kan sekarang kita pikir deh. yang kerja di pabrik rokok sama yang kerja di pabrik Minuman Keras, yang terbilang duitnya nggak bakalan barokah yang mana? Kita tahu sendiri MIRAS itu HARAAAAM... mau yang kerja, yang jadi tukang sapu, yang mendistribusikannya, sama yang minum apa lagi, bahkan kalo elo nganter temen elo beli MIRAS tapi elo nggak minum aja, lo tetep ngikut DOSA...!!! Sekarang banyak orang yang mikir2 kerja di pabrik MIRAS (coz kemaren2 ada lowongan di pabrik MIRAS tapi temen2 gw gak pada mau karena takut nggak barokah tuh duitnya), sekarang kalo pabrik rokok ditutup karena rokok termasuk barang haram, mereka mau pada kerja di mana? Negara pasti gak bakalan dapet lagi masukan dari devisa-nya. Pengangguran pasti makin banyak, kriminal pasti ngebuntutin dari belakang. Gak pada mikir ke situ apa tuh yang bikin fatwa? Quote: wah klo mesti lapor2an seh, ga bakal bs jalan. masa org mesti melapor klo mo isep rokok ke 6??? trus klo mo nambah lg, ngelapor lg? repot bgt gw jg pribadi krg stuju... gw ga merokok, tp bokap nyokap gw merokok merokok itu hal yg sgt pribadi bt gw mgkn bs diubah fatwanya yg haram, merokok di tmp2 umum, di tmp2 yg BUKAN smoking area.... krn bs merugikan org lain ini pendapat gw lho.. Ini juga gw gak setuju banget. Ngapain juga cuman di-CAP haram dan dilarang cuman di tempat2 publik aja. Ini mah kurang kerjaaan sebenernya. Kalo HARAM, mau di rumah, mau di WC pas lagi buang air. mau di rumah makan, mau di tempat ibadah apa lagi, ya tetep HARAM...!! Apa kalo kita minum MIRAS nggak di tempat umum tuh MIRAS dianggap makruh atau malahan gak dosa sama sekali? Kalo rokok mo dibikin HARAM ya udah perlakukan rokok seperti barang2 haram lainnya. TITIK. Masalah selesai... Kalo memang cuman dibatasin di-cap haram cuman di tempat umum aja mending............... GAK USAH SEKALIAN........!!! |
|
| Author: | coldfusion [ 12 Jan 2009, 23:23 ] |
| Post subject: | Re: Fatwa Merokok MUI |
Ko mas dod jadi emosi gini yah..?? angry mode= ON.. wah klo gini bisa jadi bahan perdebatan yang seru, apalagi kalo ditv.. |
|
| Author: | stankonia [ 12 Jan 2009, 23:42 ] |
| Post subject: | Re: Fatwa Merokok MUI |
idotkontji wrote: stankonia wrote: wah klo mesti lapor2an seh, ga bakal bs jalan. masa org mesti melapor klo mo isep rokok ke 6??? trus klo mo nambah lg, ngelapor lg? repot bgt gw jg pribadi krg stuju... gw ga merokok, tp bokap nyokap gw merokok merokok itu hal yg sgt pribadi bt gw mgkn bs diubah fatwanya yg haram, merokok di tmp2 umum, di tmp2 yg BUKAN smoking area.... krn bs merugikan org lain ini pendapat gw lho.. Ini juga gw gak setuju banget. Ngapain juga cuman di-CAP haram dan dilarang cuman di tempat2 publik aja. Ini mah kurang kerjaaan sebenernya. Kalo HARAM, mau di rumah, mau di WC pas lagi buang air. mau di rumah makan, mau di tempat ibadah apa lagi, ya tetep HARAM...!! Apa kalo kita minum MIRAS nggak di tempat umum tuh MIRAS dianggap makruh atau malahan gak dosa sama sekali? Kalo rokok mo dibikin HARAM ya udah perlakukan rokok seperti barang2 haram lainnya. TITIK. Masalah selesai... Kalo memang cuman dibatasin di-cap haram cuman di tempat umum aja mending............... GAK USAH SEKALIAN........!!! weits... kok kyknya jd emosi gini yah itu kan jg pendapat gw bro klo ga stuju, gpp - santai aja lg dan pendapat gw lg, MIRAS & ROKOK itu dua hal yg berbeda selain diri sendiri, ROKOK jg merugikan orang lain klo MIRAS (kyknya) cm merugikan diri sendiri (kecuali klo orgnya mabuk trus ganggu org lain) maaf klo gw ga bgitu ngerti dgn konsep haram maaf neh klo ada yg tersinggung skali lg, itu cm pendapat gw |
|
| Author: | coldfusion [ 13 Jan 2009, 00:11 ] |
| Post subject: | Re: Fatwa Merokok MUI |
stankonia wrote: idotkontji wrote: stankonia wrote: wah klo mesti lapor2an seh, ga bakal bs jalan. masa org mesti melapor klo mo isep rokok ke 6??? trus klo mo nambah lg, ngelapor lg? repot bgt gw jg pribadi krg stuju... gw ga merokok, tp bokap nyokap gw merokok merokok itu hal yg sgt pribadi bt gw mgkn bs diubah fatwanya yg haram, merokok di tmp2 umum, di tmp2 yg BUKAN smoking area.... krn bs merugikan org lain ini pendapat gw lho.. Ini juga gw gak setuju banget. Ngapain juga cuman di-CAP haram dan dilarang cuman di tempat2 publik aja. Ini mah kurang kerjaaan sebenernya. Kalo HARAM, mau di rumah, mau di WC pas lagi buang air. mau di rumah makan, mau di tempat ibadah apa lagi, ya tetep HARAM...!! Apa kalo kita minum MIRAS nggak di tempat umum tuh MIRAS dianggap makruh atau malahan gak dosa sama sekali? Kalo rokok mo dibikin HARAM ya udah perlakukan rokok seperti barang2 haram lainnya. TITIK. Masalah selesai... Kalo memang cuman dibatasin di-cap haram cuman di tempat umum aja mending............... GAK USAH SEKALIAN........!!! weits... kok kyknya jd emosi gini yah itu kan jg pendapat gw bro klo ga stuju, gpp - santai aja lg dan pendapat gw lg, MIRAS & ROKOK itu dua hal yg berbeda selain diri sendiri, ROKOK jg merugikan orang lain klo MIRAS (kyknya) cm merugikan diri sendiri (kecuali klo orgnya mabuk trus ganggu org lain) maaf klo gw ga bgitu ngerti dgn konsep haram maaf neh klo ada yg tersinggung skali lg, itu cm pendapat gw sudah-sudah..jangan bertengkar..masing-masing pendapat didalam forum ini wajib dihargai, karena dilihat dari sudut pandang kita ini kan berbeda-beda, jadi hargai lah perbedaan itu,justru itu yang bikin maniss..nis..nis..klo gw mah,. mo dilarang juga GA NGARUH..toh emang dasarnya doyann ngeroko, ngeroko aj...he..he.he pusingin amat... |
|
| Page 1 of 3 | All times are UTC + 7 hours |
| Powered by phpBB © 2000, 2002, 2005, 2007 phpBB Group http://www.phpbb.com/ |
|