JERMAL, ANOTHER QUALIY MOVIE ABANDON IN LOCAL THEATER

Berbagai hal tentang film secara umum sharing di dalam.
User avatar
ensu
Kopral
Posts: 97
Joined: 01 Apr 2009, 10:55

JERMAL, ANOTHER QUALIY MOVIE ABANDON IN LOCAL THEATER

Postby ensu » 10 Apr 2009, 17:24

bberapa hari sbelumnya dapat info klo tgl 12-03-2009 film "JERMAL" http://www.jermal.com/id/index.html mulai beredar di bioskop2 tanah air, dr situ mulai kasak kusuk kirim sms ke bbrapa temen akhirnya kta spakat :idea: untuk nonton sabtu tgl 21-03-2009 karna hanya tayang di 6 teater saja di sluruh indo akhirnya kta pilih nonton di TIM yg mnrut kita paling pewe di antara teater laen :D

hari kamis tanggal 19-03-2009 stelah pulang dr lbur slama 2 hri iseng buka situsnya 21 CINEPLEX :o OMG JERMAL"S GONE FROM THEATER.........akhirnya dngan sisa pulsa yang ada mulai mngrim SMS memberi kabar terpaksa dibatalkan :( kesmpatan untuk silaturrahim smbiil nontong film diantara teman-teman,

JERMAL sndiri mrupakan film yg luar biasa yang terinspirasi dari masalah sosial yg ada di indonesia, film ini mengambil seting seluruhnya di sebuah JERMAL di selat Malaka, JERMAL adalah tempat yang didirikan untuk menangkap ikan di lepas pantai. Bangunan JERMAL dibuat sedemikian rupa sehingga bisa ditinggali selama berbulan-bulan oleh para pekerjanya,

Sayangnya film ini mendapat screen terbatas di bioskop2 tanah air yang lagi kesetanan :twisted: dengan pocong dan komedi yang hanya pantas ditonton untuk orang dewasa....akhirnya keinginan untuk nonton JERMAL terpksa ditunda bberpa bulan sampai kluar VCD/DVD ori-nya, fiuuuuuhhhhhhhhhhhhh :roll:

Image

User avatar
idotkontji
Site Admin
Posts: 2430
Joined: 29 Oct 2008, 20:21

Re: JERMAL, ANOTHER QUALIY MOVIE ABANDON IN LOCAL THEATER

Postby idotkontji » 10 Apr 2009, 17:55



Sinopsis:
Setelah kematian ibunya, Jaya (12) dikirim ke ayahnya, Johar, yang bekerja sebagai pengawas di sebuah jermal (tempat penjaringan ikan yang dibangun di atas tonggak-tonggak kayu di tengah lautan). Johar terkejut karena ia tak pernah tahu bahwa ia punya seorang anak. Ia tak mau mengakui Jaya sebagai anaknya. Namun ia tak mungkin membawa Jaya kembali ke daratan karena masa lalunya yang kelam; oleh karena itu Johar terpaksa menerima Jaya sebagai pekerja jermal.

Walaupun dihadapkan dengan penolakan ayahnya dan gangguan serta ejekan anak-anak pekerja jermal, Jaya tak mau menyerah pada nasib. Ia melepaskan harapan akan pengakuan ayahnya dan memutuskan untuk mempelajari keterampilan serta sikap yang diperlukan untuk bertahan hidup di atas jermal.

Seiring berjalannya waktu, Jaya berubah menjadi seperti anak-anak jermal yang lain: survivor yang tangguh dan keras. Sementara Johar terpaksa menghadapi dan menerima masa lalunya. Akhirnya, baik Johar maupun Jaya menyadari bahwa mereka terikat oleh masa lalu, dipertemukan di ruang sempit di mana mereka berada, serta terhubung oleh kebenaran yang tak mungkin dihindari.

Awalnya mereka berjumpa sebagai dua orang asing dan akhirnya mereka meninggalkan tempat itu sebagai ayah dan anak.
source: jermal.com

**********

Himm... kayaknya harus lihat nih.. oom kenichi punya nggak ya pelmnya?
Kalo ada, siapa aja deh pinjemin saya.. please.. saya aja baru tahu soalnya neh...
Ada kang Didi Petet nya ya.... ? Kayaknya konflik anak dan bapak yang tidak
mau mengakui anaknya ini bakalan membuat penonton tercenung... :cry:

Ngmong2 tentang Jermal, Jermal dikabarkan masih mempekerjakan anak2 di bawah umur.
Tapi apa mereka (pengusaha yang mempekerjakan anak2 di bawah umur) nggak pada takut
kena jerat ya? karena pengusaha jermal terancam sanksi pidana jika didapati mempekerjakan
buruh di bawah usia 18 tahun. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
dan Peraturan Daerah Sumut Nomor 5 Tahun 2004 tentang Penghapusan Bentuk Kerja Terburuk
bagi Anak melarang mempekerjakan buruh anak. Tapi karena tuntutan ekonomilah anak2 di bawah
umur sehingga mereka bekerja di Jermal.


Return to “Bincang Bebas Tentang Film”

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest